Pertemuan Surya Paloh–Jokowi, Ketum GEMPITA: Momentum Menurunkan Tensi Politik
Alfonso Ferry Pahotan mengapresiasi pertemuan Ketum NasDem Surya Paloh dengan Presiden Jokowi di Istana Merdeka, 18 Februari 2024, dan berharap tensi politik pasca-Pilpres turun.
Minggu malam, 18 Februari 2024, Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta. Ketua Umum GEMPITA Alfonso Ferry Pahotan, S.H., M.H. mengapresiasi pertemuan tersebut.
“Pertemuan Surya Paloh dengan Presiden Jokowi menjadi momentum penting yang sarat muatan politik.” Alfonso Ferry Pahotan, Ketua Umum GEMPITA
NasDem adalah partai pertama yang mendeklarasikan Anies Baswedan sebagai calon presiden, pada 3 Oktober 2022. Sejak itu Surya Paloh jarang, bahkan nyaris tidak pernah lagi, bertemu Presiden.
Alfonso menyebut Surya Paloh sebagai politisi senior: orang lama di Partai Golkar sebelum memimpin NasDem sejak 25 Januari 2013. “Dengan kematangannya berpolitik, Surya Paloh tentu tahu yang terbaik bagi bangsa dan negara. Terutama bagi kepentingan partainya,” katanya.
Ia menduga merapatnya Surya Paloh ke Presiden merupakan sinyal “menyerah” dari kubu 01 sekaligus pengakuan atas kemenangan Prabowo–Gibran pada Pilpres 2024. “Implikasi dari pertemuan keduanya, kita berharap bisa menurunkan tensi politik dan menjaga stabilitas nasional. Ini penting sekali,” tegasnya.
Sumber: FTnews. Artikel ini rangkuman; kutipan mengikuti pemberitaan aslinya.