Public Hearing GEMPITA: Wamensos Agus Jabo Dengar Langsung Aspirasi Penerima Manfaat
Bersama Kantor Komunikasi Presiden, GEMPITA mempertemukan Wakil Menteri Sosial dengan enam penerima bantuan PKH, pemberdayaan usaha, dan rehabilitasi sosial di Jakarta.
Rabu, 28 Mei 2025, Dewan Pimpinan Pusat GEMPITA bersama Kantor Komunikasi Presiden menggelar Public Hearing di Jakarta. Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono hadir dan mendengarkan langsung cerita enam penerima manfaat program pemberdayaan usaha, Program Keluarga Harapan (PKH), dan rehabilitasi sosial.
Ketua Umum DPP GEMPITA Alfonso Ferry Pahotan menjelaskan tujuan forum ini sederhana: menyambungkan pemerintah dengan warga yang merasakan programnya secara langsung.
“Melalui ini bisa menebar info yang benar muaranya, agar tidak menjadi masyarakat yang gagal paham.” Alfonso Ferry Pahotan, Ketua Umum DPP GEMPITA
Yang disampaikan Wamensos
- Bantuan sosial harus tepat sasaran dengan berpijak pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional.
- Warga yang masih produktif didorong masuk program pemberdayaan agar bisa mandiri.
- Target pemerintah: angka kemiskinan di bawah 5 persen pada 2029, dan Sekolah Rakyat dibuka Juli 2025.
Kantor Komunikasi Presiden dan GEMPITA menyatakan kegiatan serupa akan digelar berkala sebagai ruang dialog dua arah antara pemerintah dan masyarakat. Public Hearing ini bagian dari rangkaian Double Check, kegiatan rutin GEMPITA bersama Kantor Komunikasi Presiden.
Forum perdana menteri bertemu penerima manfaat
Di hari yang sama, forum bertajuk Public Diplomacy: Negara Beri Bukti, Masyarakat Terima Hasil mempertemukan sejumlah menteri dan wakil menteri Kabinet Merah Putih dengan seratusan penerima manfaat program pemerintah. Kepala Kantor Komunikasi Presiden Hasan Nasbi menyebutnya diplomasi publik “di mana para pejabat duduk dengan masyarakat”. Menteri UMKM Maman Abdurrahman menanggapi testimoni penerima Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Liputan lain: detikNews, Kuasakata, Kemenko Polkam.
Sumber: ANTARA. Artikel ini rangkuman; kutipan mengikuti pemberitaan aslinya.